Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

Best Practice Pengelolaan KKG

Add Comment
Best Practice Pengelolaan KKG


Best Practice Pengelolaan KKG
Best Practice adalah suatu ide atau gagasan mengenai suatu teknik, metode, proses, aktivitas, insentif atau penghargaan (reward) yang lebih efektif dalam mencapai keberhasilan yang luar biasa dibandingkan dengan tehnik, metode, proses lain. Ide atau gagasan yang dengan pengawasan dan pengujian yang sesuai, dapat memberikan hasil yang diharapkan dengan lebih sedikit permasalahan dan komplikasi yang tidak terduga. BEST PRACTICE dapat juga didefinisikan sebagai cara yang paling efisien (emerlukan usaha minimum) dan paling efektif (menghasilkan hasil terbaik) untuk menyelesaikan suatu tugas/pekerjaan, berdasarkan prosedur yang berulang-ulang (disampaikan di berbagai tempat) dengan memberikan bukti nyata yang dapat mengubah perilaku sejumlah orang.
Meskipun kebutuhan akan peningkatan terus berproses sejalan dengan perubahan waktu dan perkembangan berbagai hal, Best Practice dipertimbangkan oleh beberapa orang sebagai konsep istimewa yang biasa digunakan untuk menggambarkan proses perkembangan dan mengikuti tata cara standar yang telah ditetapkan dalam melakukan berbagai hal yang dapat digunakan oleh berbagai organisasi untuk kepentingan menajemen, kebijakan dan terutama sistem pembinaan.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup Best Practice mencakup pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh kepala sekolah/pengawas sekolah dalam mengelola sekolah/KKG/MGMP, yang mencakup keterlaksanaan 8 Standar Nasional Pendidikan, yaitu:
·         Keberhasilan pelaksanaan Standar Isi
·         Keberhasilan pelaksanaan Standar Kelulusan
·         Keberhasilan pelaksanaan Standar Proses
·         Keberhasilan pelaksanaan Standar Tenaga Pendidik/Tenaga Kependidikan
·         Keberhasilan pelaksanaan Standar Sarana/Prasarana
·         Keberhasilan pelaksanaan Standar Pengelolaan Sekolah
·         Keberhasilan pelaksanaan Standar Pembiayaan
·         Keberhasilan pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan
Disamping itu, juga mencakup keberhasilan Pengelolaan KKG/MGMP, pengelolaan sekolah, pembinaan sekolah, pembinaan kepala sekolah, dan pembinaan guru.
Dari sekian banyaknya cakupan, yang terkait dengan pengelolaan KKG/MGMP adalah keberhasilan pelaksanaan standar isi, standar kelulusan, standar proses, dan standar penilaian. Sedangkan standar tenaga pendidik/tenaga kependidikan, standar sarana/prasarana, standar pengelolaan sekolah, dan standar pembiayaan berkaitan dengan pengelolaan sekolah, pembinaan sekolah, dan pembinaan guru/staf/kepala sekolah.
Ciri-Ciri Best Practice
  1.  pengembangan praktik pembelajaran/pengelolaan pendidikan;
  2. didiseminasikan di berbagai tempat secara berulang-ulang;
  3. peningkatan kualitas pendidikan;
  4. meingkatkan profesionalisme guru, kepala sekolah, dan pengawas dalam pengelolaan pendidikan;
  5. mengubah hambatan dan ancaman menjadi kekuatan dan peluang untuk berinovasi secara kreatif;
  6. menghasilkan output yang lebih bermanfaat bagi semua pihak (siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, komite, dan masyarakat pada umumnya);
  7.  terkendali, kejelasan program baik jangka pendek, menengah, maupun panjang;
  8. berdasarkan temuan masalah nyata yang terjadi di lapangan;
  9. dapat dilakukan dalam berbagai bentuk (bimbingan dan konseling, supervisi klinis, supervisi manajerial, kunjungan kelas, lesson study, dan lain-lain);
  10.  mengacu pada program sekolah untuk mencapai tujuan yang dicanangkan;
  11. adanya pengakuan bahwa keberhasilan tersebut bisa ditiru, diadopsi oleh orang lain;
  12. meningkatkan kualitas, mudah, murah, bisa dilaksanakan, memotivasi, memberikan hasil yang bermanfaat, dan berkelanjutan

Pemberdayaan KKG Tingkat SD : Lesson Study

Add Comment
Pemberdayaan KKG Tingkat SD : Lesson Study


Pemberdayaan KKG Tingkat SD : Lesson Study
   Proses pendampingan tersebut dilakukan secara kolaboratif antara widyaiswara, kelompok kerja kepala sekolah, dan kelompok kerja pengawas sekolah. Ketiga kelompok profesi tersebut secara bersama-sama melakukan pembinaan dan pemberdayaan terhadap kelompok kerja guru. Kolaborasi dalam pembinaan dilaksanakan dengan menerapkan Lesson Study dari, oleh, dan untuk guru-guru yang tergabung dalam forum KKG dengan fokus kajian “peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru peserta KKG. Yang dimaksud dengan Lesson Study dalam kajian ini adalah suatu model pembinaan profesi guru yang dilakukan melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar guru sejenis dan se-level.
Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu Plan (merencana-kan), Do (melaksanakan), dan See (merefleksikan) secara berkelanjutan. UPI Bandung (2007). Peningkatan mutu pendidikan melalui Lesson Study dimulai dengan peningkatan mutu pembelajaran yang dilakukan guru, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Tahap perencanaan (plan), yang bertujuan untuk merancang pembelajaran. Prencanaan dapat dilakukan bersama tim secara kolaborasi dalam forum workshop.
  2. Tahap pelaksanaan (Do) pembelajaran untuk menerapkan rancangan pembelajaran yang telah dirumuskan dan disepakati oleh tim.
  3. Tahap See (refleksi), yaitu dengan jalan berdiskusi setelah selesai pembelajaran oleh guru model, observer dan/atau dengan tamu lain yang hadir yang dipandu kepala sekolah. Kritik dan saran digunakan untuk guru disampaikan secara bijak dan guru model harus dapat bersikap terbuka, siap menerima masukkan dan kritik untuk perbaikan pembelajaran berikutnya (Dokumen PDF Lesson Study, 2008, Jakarta)

Manajemen Perubahan
Manajemen kelompok kerja guru sebagai wadah pembinaan keprofesionalan guru belum memberikan konstribusi yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja guru, perencanaan yang belum tersusun dengan baik, tidak semua peserta KKG mengetahui jadwal kegiatan, pengorganisasian yang belum mampu berfungsi sesuai tugas pokok dan fungsinya, pelaksanaan kegiatan yang belum berjalan secara efektif dan efisien dikarnakan jadwal yang sudah terencana dalam pelaksanaannya sering bersamaan dengan kegiatan dinas, evalasi yang belum dapat mempengaruhi kegiatan kelompok kerja guru di Gugus Hasanudin, sehubungan dengan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pengembangan Model Manajemen Kelompok Kerja Guru (KKG) Untuk meningkatan Kompetensi Profesional Guru terutama di Gugus Hasanudin Kecamatan Kedungjati. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh gambaran tentang a. Bagimana memperoleh gambaran model manajemen b. Bagaimana mengembangkan model manajemen c. Bagaimana menguji kelayakan model manajemen KKG untuk meningkatkan kompetensi profesional guru.

Manajemen Pelatihan/Seminar/Lokakarya/Simposium

Add Comment
Manajemen Pelatihan/Seminar/Lokakarya/Simposium


Manajemen Pelatihan/Seminar/Lokakarya/Simposium


           Agenda saling berbagi informasi dan pengalaman dari hasil lokakarya, simposium, seminar, diklat, penelitan tindakan kelas, referensi, atau kegiatan profesional lain yang dibahas bersama-sama. Keenam, agenda penjabaran dan perumusan kegiatan reformasi sekolah, khususnya reformasi pembelajaran di kelas (classroom reform) sehingga berproses pada reorientasi pembelajaran yang efektif, menarik, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa didik. Fokus pemberdayaan KKG dalam kajian ini dimaksudkan sebagai suatu kegiatan untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai tujuan. Baedhowie, (2009: 9) menyatakan bahwa tujuan untuk lebih mengaktifkan komunikasi antar guru, baik yang sebidang (dalam kelompok mata pelajaran) atau dalam suatu klaster tertentu, sehingga dalam proses selanjutnya akan menjadi grup-grup dinamis (dynamic groups) yang aktif untuk berkembang dengan berbagai kegiatan inovatif. Pengelolaan kegiatan KKG mencakup fungsi : 
  1. Perencanaan, meliputi rangkaian kegiatan untuk menentukan tujuan KKG. 
  2. Pengorganisasian, mencakup kegiatan mengidentifikasi dan memadukan sumber-sumber yang diperlukan ke dalam kegiatan proses pembelajaran pada sekolaha dasar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  3. Penggerakan merupakan bentuk kegiatan untuk mewujudkan tingkat kinerja dan partisipasi setiap pelaksana yang telibat kegiatan
  4. Pembinaan, termasuk di dalamnya pengawasan, supervisi, dan monitoring, dilakukan untuk mengetahui, menganalisis, dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan.
  5. Penilaian merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian informasi tentang input, proses dan output untuk dijadikan masukan dalam pengambilan keputusan.
  6. Pengembangan merupakan pelaksanaan kembali (recycling) kegiatan berdasarkan 5 pada fungsi-fungsi manajemen yang telah diterapkan sebelumnya. Dengan kata lain, pengembangan berperan untuk menjembatani siklus kegiatan dalam mata rantai peningkatan mutu program pendidikan pada sekolah dasar secara berkelanjutan

Peranan KKG Tingkat SD dalam Profesionalisme Guru

Add Comment
Peranan KKG Tingkat SD dalam Profesionalisme Guru


Peranan KKG Tingkat SD dalam Profesionalisme Guru
1.   Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan subtansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasana belajar, memanfaatkan sumber belajar dsb.
2.  Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk  berbagi pengalalamanserta saling memberikan bantuan dan umpan balik.
3.     Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja
4.     Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.
5.  Mengubah budaya kerja anggota kelmpok kerja atau musyawarah kerja ( meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme guru di tingkat KKG.
6.   Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik.
7.  Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat KKG. (Depdiknas, 2008: 4-5).

Pembelajaran Orang Dewasa
          Pembelajaran dalam KKG merupakan pembelajaran yang dilaksanakan terhadap orang dewasa yang berbeda dengan pembelajaran terhadap anak. Jika ada pendapat betapa susahnya mengajar anak-anak,ternyata tidak mudah pula mengajar orang dewasa.  Bahkan mungkin bisa dikatakan lebih susah karena karakteristik orang dewasa sangat berbeda dengan anak-anak. Memahami karakterisistik orang dewasa dapat dipelajari lewat Andragogis,sebuah ilmu yang mempelajari tentang pembelajaran orang dewasa.

              Guru Pemandu bertugas melakukan pembelajaran terhadap orang dewasa.  Banyak hal yang mungkin muncul hetika menghadapi  orang dewasa dalam pembelajaran. Ada orang yang merasa dirinya lebih tahu,ada yang pura-pura tahu, ada yang pura-pura tidah tahu,dan sebagainya.  Andregogis membahas masalah dan strategi serta bagaimana menyikapinya. Mengingat hal tersebut maka ilmu Andragogis menjadi hal mutlak yang harus dikuasai seorang guru pemandu.

Makalah Bahasa Indonesia (Teks Eksposisi Lengkap)

Add Comment

Makalah Bahasa Indonesia (Teks Eksposisi Lengkap)

Makalah Bahasa Indonesia (Teks Eksposisi Lengkap)

Makalah Bahasa Indonesia Teks Eksposisi Lengkap

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kata eksposisi berasal dari bahasa inggris exsposition yang berarti “membuka” atau “memulai”. Memang karangan eksposisi itu karangan yang bertujuan untuk memberi tahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Dalam karangan eksposisi masalah yang dikomunikasikan terutama adalah informasi.
Pengertian Teks Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi, dengan kata lain Paragraf Eksposisi ialah paragraf atau karangan yang mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu sehingga bisa memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf eksposisi bersifat ilmiah/ nonfiksi. Sumber karangan paragraf eksposisi ini bisa diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman.
Menurut Jos.  Daniel Parera (1987: 05) dalam buku Menulis Tertib dan Sistematik mengatakan bahwa tulisan eksposisi bertujuan untuk memberikan informasi. Pengarang dan penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah agar pembaca dan pendengar memahaminya dan pengarang mempunyai sejumlah data dan bukti sehingga, ia berusaha menjelaskan persoalan dan kejadian ini demi kepentingan anda sendiri.


B.  Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang :
1.      pengertian Teks Eksposisi.
2.      Ciri-ciri Teks Eksposisi
3.      Struktur Teks Eksposisi
4.      Jenis-jenis Teks Eksposisi




BAB II
PEMBAHASAN

Teks Eksposisi
A.  Pengertian Teks Eksposisi 
Pengertian teks eksposisi adalah teks yang berisi paragraf atau karangan yang didalamnya terkandung sejumlah Pengetahuan dan informasi yang disajikan secara singkat, padat, akurat dan tentunya mudah untuk dipahami. Paragraf atau teks eksposisi bersifat real, nyata dan Ilmiah atau dapat dikatakan sebagai teks non fiksi.
Pengertian teks eksposisi adalah sebuah paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya sejumlah informasi yang mana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat.

B.  Ciri-ciri Teks Eksposisi
            Sama seperti teks pada umumnya, teks eksposisi memiliki beberapa ciri-ciri umum teks eksposisi. Ciri-cici ini digunakan untuk membedakan dan menentukan apakah sebuah teks tergolong dalam teks eksposisi atau bukan. Ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut:
  • Menjelaskan informasi atau pengetahuan tentang suatu hal
  • Gaya informasi yang bersifat mengajak 
  • Penyampaian menggunakan bahasa baku dan disampaikan secara lugas 
  • Bersifat netral atau tidak memihak 
  • Fakta dipakai sebagai alat kontritasi dan alat kontribusi 

C.  Struktur Teks Eksposisi
            Struktur teks eksposisi umumnya terdiri dari 4 bagian utama yakni pembukaan, isi, argumentasi, dan penegasan ulang. Adapun penjelasan tentang susunan teks eksposisi adalah sebagai berikut ini:
  • Pembukaan : Struktur teks eksposisi yang pertama merupakan pembukaan atau sering disebut dengan orientasi. Pada bagian ini kita akan melihat pandangan awal yang ditulis oleh penulis tentang sebuah permasalahan dengan rangkaian yang sangat relevan.
  • Isi (Thesis) : Thesis merupakan isi dari teks eksposisi yang berisi tentang kumpulan pendapat orang lain yang dianggap lebih ahli terkait permasalahan dan pokok bahasan yang tengah dibahas. Untuk mengidentifikasi struktur teks eksposisi yang satu ini sangat mudah, kita dapat mengidentifikasi thesis dengan memperhatikan pemilihan katanya. seperti contoh "berdasarkan penuturan" dan lain sebagainya.
  • Argumentasi : Argumentasi adalah struktur teks eksposisi yang memuat tentang bukti bukti relevan yang mendukung thesis atau isi dari teks eksposisi ini. Umumnya argumentasi akan mengandung fakta fakta relevan yang berkaitan dengan pokok bahasan seperti tanggal, latar, narasumber, dan penggunaan angka angka yang umumnya bersifat konkrit.
  • Penegasan ulang: Penegasan ulang memuat kesimpulan yang meliputi pembukaan, thesis hingga argumentasi yang disampaikan penulis yang tentunya disampaikan dengan bahasa yang berbeda dan lebih singkat.

D.  Jenis-jenis Teks Eksposisi
      Eksposisi Definisi
         Eksposisi definisi adalah suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik  tertentu. 
Eksposisi Proses  
Eksposisi proses adalah langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir. 
Eksposisi Ilustrasi 
Eksposisi ilustrasi adalah teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu. 
Eksposisi Laporan
Eksposisi laporan adalah paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu. 
Eksposisi Perbandingan
Eksposisi perbandingan adalah eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain. 
Eksposisi Pertentangan
Eksposisi pertentangan adalah eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya.

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi
            Unsur kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks eksposisi. Unsur kebahasaan yang ada pada teks eksposisi adalah pronomina, konjungsi dan kata leksikal.

Pronomina 
            Pronomina adalah kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam :
1.    Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu persona tunggal. Contohnya : Ia, Dia, Anda, Kamu, Aku, Saudara, -nya, -mu, -ku, si-. Dan pesona jamak contohnya seperti : Kita, Kami, Kalian, Mereka, Hadirin, Para.
2.    Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) yaitu pronomina penunjuk, contohnya adalah : Ini, Itu, Sini, Situ, Sana. Dan pronomina penanya contohnya : Apa, Mana, Siapa.

Konjungsi
            Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi :
 
  1. Konjungsi waktu : sesudah, setelah, lalu, sebelum, setelah itu, kemudian 
  2. Konjungsi gabungan : serta, dan, dengan 
  3. Konjungsi pembatasan : asal, kecuali, selain 
  4. Konjungsi tujuan : untuk, supaya, agar 
  5. Konjungsi persyaratan : jika, jikalau, apabila, bila, asalkan, bilamana, apabila 
  6. Konjungsi perincian : adalah, yaitu, ialah, antara lain, yakni 
  7. Konjungsi sebab-akibat : sehingga, karena, sebab, akibat, akibatnya 
  8. Konjungsi pertentangan : akan tetapi, tetapi, namun, melainkan, sedangkan 
  9. Konjungsi pilihan : atau
  10. Konjungsi penegasan/penguatan : apalagi, bahkan, hanya, lagi pula, itu pun 
  11. Konjungsi penjelasan : bahwa 
  12. Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, serupa, ibarat 
  13. Konjungsi penyimpulan : oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.

Kata leksikal
  1. Nomina : kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak.
  2. Verba : kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat.
  3. Adjektiv : kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang.
  4. Adverbia : kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain.


Contoh Teks Eksposisi

Realita Hukum di Indonesia 
            Tesis :
            Sebenarnya hukum di Indonesia sebagaimana yang telah diatur pada Undang-undang telah secara tegas mengatur hukuman berbagai pelaku tindak kejahatan. Namun, realitanya seringkali terjadi ketidakadilan hukum yang merugikan banyak orang. Hukum boleh saja tegas, namun menjadi tumpul di hadapan koruptor, itulah kenyataan saat ini.

Argumentasi :
            Bukan rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia mendapatkan hukuman yang tingkatannya masih tergolong ringan, bahkan ada koruptor yang menerima fasilitas mewah padahal sudah merugikan bangsa. Seringkali kita menonton berita bahwa seorang maling dihajar masa hingga tewas. Namun, belum pernah ada koruptor di Indonesia dikeroyok masa sampai tewas.

Penegasan Ulang :
            Hukum di Indonesia itu bisa dikatakan hanya tegas di hadapan rakyat kecil. Sebut saja      kasus yang pernah menimpa Nenek Asyani. Kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, beliau terancam hukuman selama lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang  jika dibandingkan dengan hukuman yang akan diterima koruptor.

WTO Globalisasi
Tesis :
Peran dan Manfaat WTO Globalisasi memberikan dampak berupa perubahan pada pasar internasional, salah satunya adalah liberalisasi perdagangan, yang dipandang sebagai suatu upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi.
Argumentasi :
Indonesia yang menganut perekonomian terbuka sangat sulit untuk mengelak dari dinamika ekonomi internasional yang semakin mengglobal ini. Konsekuensinya, pasar domestik Indonesia tidak terlepas dari gejolak pasar dunia yang semakin liberal, karena kebijakan unilateral dan ratifikasi kerjasama perdagangan internasional (regional dan global) yang harus dilakukan Indonesia. World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar negara.


Penegasan Ulang
Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara anggota.



Kemacetan dan Masa Depan Kota
Tesis :
         Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). T/ipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.
Argumentasi :
             Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.
Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.
Penegasan Ulang :
            Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.





BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
            Pengertian Teks Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi, dengan kata lain Paragraf Eksposisi ialah paragraf atau karangan yang mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu sehingga bisa memperluas pengetahuan pembaca.
            Kata eksposisi berasal dari bahasa inggris exsposition yang berarti “membuka” atau “memulai”. Memang karangan eksposisi itu karangan yang bertujuan untuk memberi tahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Dalam karangan eksposisi masalah yang dikomunikasikan terutama adalah informasi.
           
Ada beberapa jenis pengembangan dalam paragraf eksposisi :
·         Eksposisi berita.
·         Eksposisi ilustrasi.
·         Eksposisi proses.
·         Eksposisi perbandingan. 
·         Eksposisi pertentangan.
·         Eksposisi definisi. 
·         Eksposisi analisis.
·         Eksposisi klasifikas.

B. Saran
            Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, Silahkan sampaikan kepada kami.Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan memakluminya, karena kami adalah hamba Allah yang tak luput dari salah khilaf, Alfa dan lupa.